Thursday, October 6, 2011

DASAR-DASAR LOGIKA

Ilmu logika
Ilmu logika berhubungan dengan kalimat-kalimat (argumen-argumen) dan hubungan yang ada di antara kalimat-kalimat tersebut. Tujuannya adalah memberikan aturan-aturan sehingga orang dapat menentukan apakah suatu kalimat bernilai benar. Ilmu logika lebih mengarah pada bentuk kalimat (sintaks) daripada arti kalimat itu sendiri (semantik).

Kalimat Deklaratif / Proposisi adalah suatu kalimat  yang memiliki nilai kebenaran (truth value) benar (true) dengan notasi T, atau nilai kebenaran salah (false) dengan notasi F tetapi tidak kedua-duanya.



Contoh Proposisi :



=>“Hari ini hujan.”  (Situasinya diberitahukan)
=>“Beijing adalah ibu kota China.”  
=>“1 + 2 = 3”
=>“6 adalah bilangan ganjil.”

Berikut ini yang BUKAN proposisi:
=>“Siapa itu?” (pertanyaan)
=>“x + y = 7”
=>“Lakukan saja!” (perintah)
=>“Ya, sepertinya begitu” (tidak jelas)
=>“1 + 2” (expresi tanpa nilai benar/salah)

PENGHUBUNG KALIMAT


NOTASI ALTERNARIF


TABEL KEBENARAN


KETERANGAN
Negasi / Ingkaran suatu kalimat akan mempunyai nilai kebenaran yang berlawanan dengan nilai kebenaran kalimat aslinya.
contoh:
   p = " Saya seorang dosen"
 ~p = "Saya bukan Seorang dosen"

   p = "Semua/setiap mahasiswa Amikom memakai dasi"
 ~p = "Ada/beberapa/terdapat mahasiswa Amikom memakai dasi"
  
Kalimat p ^ q akan bernilai benar jika baik p maupun q bernilai benar. Jika salah satunya bernilai salah maka p ^ q bernilai salah. 
Contoh :" 2 adalah bilangan prima dan bilangan genap."

Kalimat p v q mempunyai 2 macam arti :

  • p v q disebut Inclusive OR (akan bernilai benar jika p benar, atau q benar, atau keduanya bernilai benar) Contoh : “Dalam perayaan itu, tamu boleh menyumbang uang atau barang."
  • p v q atau p Å q disebut Exclusive OR (akan bernilai benar jika p benar, atau q benar, tapi tidak dua-duanya benar). Contoh : “Catur seorang wanita atau pria tetapi tidak keduanya”
Kalimat implikasi p --> q, p disebut hipotesis (anteseden) dan q disebut konklusi (konsekuen). Kalimat berbentuk p --> q disebut kalimat berkondisi, karena kebenaran kalimat q tergantung pada kebenaran kalimat p. Contoh : “Jika segitiga ABC sama sisi maka ketiga sudutnya sama besar.”

kalimat p-->q dapat dibaca:



  • Kalimat Biimplikasi atau kondisi ganda (biconditional) p ↔ q berarti (p v q) ^ (q v p)
  • Supaya p ↔ q bernilai benar, maka baik p --> q maupun q --> p keduanya harus bernilai benar karena dihubungkan dengan kata penghubung ‘dan’. 
  • p ↔ q bernilai benar jika p dan q keduanya bernilai benar atau keduanya bernilai salah.


Contoh:


  1. Misalkan : p = “dia tinggi” 

                            q = “dia tampan”
Nyatakan kalimat dibawah ini dgn simbol logika !

  • Dia tinggi dan tampan. 
  • Dia tinggi tetapi tidak tampan.
  • Dia tinggi, atau dia rendah dan tampan.
  • Tidak benar bahwa dia rendah atau tidak tampan.
  • Jika dia rendah, maka dia tidak tampan. 
  • Dia tampan jika dan hanya jika dia tinggi.
    2.Tentukan nilai kebenaran dari setiap pertanyaan berikut:
  • Paris ada di Perancis dan 2+2=5. T^F<=>F
  • Kopenhagen ada di Denmark, atau 1+5=9 dan 3+3=6. T Ú (F Ù T) Û T Ú F Û T
  • Jika 2 + 4 = 6, maka 3 + 1 = 5 dan 1 + 1 = 2
  • Jika 2 + 4 = 6, maka 3 + 1 = 7 jika dan  hanya jika 1 + 1 = 4.
LATIHAN
1.  Misalkan : p = “Erik membaca Newsweek”
                       q = “Erik membaca The New Yorker”
                        r = “Erik membaca Time”
    Tuliskan setiap pernyataan berikut dalam bentuk simbolik 
a. Erik membaca Newsweek atau The New Yorker, tetapi  bukan Timb. Erik membaca Newsweek dan The New Yorker, atau dia tidak membaca Newsweek dan Time. c. Tidak benar bahwa Erik membaca Newsweek tetapi bukan Time.d. Tidak benar bahwa Erik membaca Time atau The New Yorker tetapi tidak Newsweek.
2. Tentukan nilai kebenaran dari setiap pernyataan berikut :
     a.  Jika 9 < 4, maka – 4 < – 9.
     b.  1 + 1 = 2 jika dan hanya jika 2 + 2 = 6.
     c.  Paris ada di Inggris, dan 3 + 2 = 5 dan
          1 + 3 = 4. 

3Buatlah tabel kebenaran untuk kalimat dalam bentuk simbol-simbol logika di bawah ini!


     a.  ¬(¬ p v ¬ q)

     b.  ¬(¬ p v q)

     c.  (p --> q) ^ ¬(p v q)
     d.  (¬ p ^ (¬ q ^ r)) v (q ^ r) v (p ^ r)
4.  Jika p dan q bernilai benar (T)  r dan s bernilai salah (F)
    Tentukan nilai kebenaran kalimat berikut :
a.p v (q ^ r)
b.(p ^ q ^ r) Ú ¬((p v q) ∧ (r v s))
c.(¬( p ^ q) v ¬ r) v (((¬ p ^ q) v ¬ r) ^ s)


Ikuti terus Update terbaru dari kami dengan berlangganan rss di RSS feed atau ikuti kami di Twitter.
Nama: Email:

0 comments:

Post a Comment